Berlomba dalam Kebaikan: Curi Start Keistimewaan di Bulan Sya’ban

Bulan Ramadhan lebih terasa dekatnya tatkala bulan Sya’ban tiba. Sya’ban berasal dari bahasa arab Syi’ab yang berarti jalan setapak menuju puncak gunung. Puncak yang dimaksud adalah puncak kebaikan, yaitu bulan Ramadhan yang sungguh-sungguh dinantikan. 

Menghampiri pintu gerbang bulan suci, bulan Sya’ban membawa harapan dan kesempatan bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri, menyempurnakan amal ibadah, dan memperkukuh ikatan spiritual.

Dalam Surat Al-Baqaran (2) Ayat 148 berbunyi

وَلِكُلٍّ وِّجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيۡهَا ۚ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَيۡرٰتِؕ اَيۡنَ مَا تكُوۡنُوۡ ا يَاۡتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

yang artinya “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Allah menyeru umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, maka apa saja yang dapat kita persiapkan terlebih dulu sebulan sebelum Ramadhan tiba?

  1. Menyelesaikan Utang Puasa & Mulai Membiasakan Puasa Sunnah

Pada bulan ini, sebaiknya juga seharusnya puasa wajib tahun lalu yang belum terbayar sesegera mungkin diselesaikan. Dianjurkan pula meneladani kebiasaan Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam. seperti yang diceritakan Aisyah Radhiyallahu Anha

Aisyah R.A berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)

Namun, dengan syarat tidak mendahului bulan Ramadhan dengan berhenti sehari atau dua hari sebelum Ramadhan. 

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa (sunah) sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali jika seseorang telah biasa berpuasa sunnah (misalnya puasa Senin-Kamis atau puasa Daud—pent) maka silahkan ia berpuasa pada hari tersebut.” (HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082)

  1. Latihan membiasakan Diri dengan Amal Shalih

Pada bulan Sya’ban akan diangkat seluruh amal shalih umat di dunia. Disebutkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah Shalallahu Alayhi Wassalam, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau Shalallahu Alayhi Wassalam menjawab:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini). 

Maka, manfaatkan waktu bulan Sya’ban untuk berlatih beramal shalih. Mulai dai perisapan hati yang berniat melakukan amal shalih hanya untuk Allah, menjaga kesehatan diri sendiri, mempersiapkan mental hingga jihad melawan nafsu.

  1. Memanfaatkan Waktu Membekali Diri dengan Ilmu

Seiring detik yang menjelang, penting bagi setiap individu untuk merajut makna ibadah puasa Ramadhan dengan pemahaman yang mendalam tentang hukum-hukum, tata cara, dan berbagai aturan syariat yang berkaitan. Bulan Sya’ban menjadi saat yang tepat untuk mempersiapkan diri secara intelektual, spiritual, dan praktis, sehingga setiap amalan yang dilakukan selama bulan penuh berkah ini dapat berbuah pahala yang melimpah. 

  1. Keistimewaan Nifsu Sya’ban 

Nifsu Sya’ban berarti pertengahan di bulan Sya’ban, yaitu pada tanggal 15. Malam Nifsu Sya’ban dikenal juga sebagai Lailatul Bara’ah atau malam pembebasan yang mana di dosa-dosa kecil mendapat ampunan. Menjadi momen spesial bagi umat Islam yang merindukan pengampunan dari Allah SWT. 

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. رواه أبو دود

Artinya: "Jika tiba malam Nisfu Syaban, maka sholatlah (sunnah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunnah) pada siang harinya (hari kelima belas)" (HR. Ibnu Majah) 

Apabila mengamalkan ibadah-ibadah yang dianjurkan serta dapat memahami makna keistimewaan Nifsu Sya’ban menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan yang suci.

Tandai di kalender Sahabat GenJu, juga jangan lupa untuk melaksanakan persiapan ini ya! Perbanyaklah berdoa, semoga kita dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sepantasnya hamba yang beribadah dengan penuh cinta. Aamiin. Wallahu A'lam Bishawab. 

Contact Person: wa.me/+6287784164812 (Shilvy)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *