Beyond the Classroom: Keunggulan Homeschooling

Pendidikan di rumah atau homeschooling telah menjadi pilihan yang semakin populer bagi banyak orang tua yang mencari kegiatan belajar mengajar yang lebih fleksibel dan terpersonal. Di luar batas ruang kelas tradisional, homeschooling membuka pintu bagi petualangan pendidikan yang melibatkan keluarga secara langsung. Mengutip Oktvianto dalam jurnalnya, homeschooling merupakan pendidikan alternatif bagi anak. Pendidikan yang pembelajarannya dalam lingkup rumah dan lebih banyak melaksanakan pembelajaran mandiri, tidak jarang dengan guru atau tutor,  berfokus pada minat satu individu anak.

Homeschooling dapat menjadi pertimbangan metode belajar berkelanjutan  anak, berikut ini keuntungannya:

  1. Menemukan minat yang ingin dikuasai.

Ketika siswa merasa kurang termotivasi dalam pembelajaran, hal itu mungkin disebabkan oleh umpan balik yang tidak memberikan dorongan untuk lebih eksploratif. 

Contohnya, dalam mata pelajaran seni, nilai yang diberikan oleh guru mungkin tidak memberikan semangat karena siswa merasa harus mencapai tingkat kesempurnaan dalam karya mereka. Berbeda dengan homeschooling, di mana siswa dapat berkarya tanpa batasan, sambil tetap mendapatkan bimbingan dari orang tua atau tutor. Kebebasan ini menciptakan lingkungan di mana siswa dapat mengeksplorasi kreativitas mereka tanpa rasa takut akan penilaian yang terlalu ketat.

  1. Dapat memilih meningkatkan keterampilan yang diminati.

Melalui homeschooling, siswa memiliki kebebasan untuk memilih dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan minat mereka. Mereka dapat menyesuaikan kecepatan belajar mereka dengan kebutuhan pribadi, tanpa terikat pada kewajiban mengejar target 'menguasai' berbagai cabang ilmu seperti yang biasanya dilakukan dalam sekolah formal. 

Sebagai contoh, seorang anak kelas 3 mungkin kurang antusias terhadap matematika dibandingkan dengan pelajaran bahasa yang lebih disukainya. Dengan homeschooling, dia dapat memperlambat tempo pembelajaran matematika sambil fokus pada pelajaran bahasa yang telah dia kuasai hingga tingkat kelas yang lebih tinggi, bahkan mencapai kelas 5 atau 6.

  1. Perlindungan bagi ananda yang pernah mengalami perundungan

Homeschooling menyediakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung untuk pemulihan anak yang pernah mengalami perundungan. Anak-anak yang mengalami perundungan di sekolah seringkali menghadapi tantangan emosional dan psikologis yang signifikan. 

Dengan memilih homeschooling, anak dapat menghindari tekanan sosial dan situasi yang mungkin memicu perasaan tidak aman atau stres akibat perundungan. Di rumah, anak dapat merasa lebih nyaman dan mendapatkan perhatian pribadi dari orang tua atau tutor, menciptakan ikatan yang positif untuk mendukung proses pemulihan anak. 

  1. Sarana belajar efektif untuk atlet atau seniman muda

Homeschooling membuka jalan yang menguntungkan bagi anak-anak yang ingin memperdalam bakat mereka di dunia olahraga atau seni, memungkinkan anak untuk fokus pada pengembangan karir tanpa harus mengorbankan kebutuhan atau kepentingan akademik. 

Dengan fleksibilitas waktu yang dimiliki homeschooling, anak-anak dapat menyesuaikan jadwal belajar mereka sesuai dengan jadwal pelatihan atau latihan seni yang intensif. Tidak hanya memberikan mereka kebebasan untuk mengejar minat mereka dengan sepenuh hati, tetapi juga memungkinkan integrasi harmonis antara aspirasi karir mereka dan pendidikan formal. 

  1. Walau tidak ada teman sekelas, tetapi seluruh dunia dapat menjadi teman

Umumnya, masyarakat mungkin memiliki stereotip bahwa anak-anak yang menjalani homeschooling tidak memiliki teman. Namun, kenyataannya adalah homeschooling membuka peluang unik bagi mereka untuk membentuk pertemanan yang inklusif dan bervariasi, tanpa memandang pekerjaan, usia, gender, agama, atau ras. 

Dengan tidak adanya batasan struktur kelas tradisional, anak-anak dapat mengembangkan hubungan sosial yang beragam dan memperluas wawasan mereka melalui interaksi dengan teman-teman yang mungkin memiliki minat dan latar belakang yang berbeda, termasuk atlet atau bahkan artis.

Dapat disimpulkan, homeschooling meningkatkan kemandirian anak, menciptakan  lingkungan pergaulan lebih aman, fleksibel untuk mengembangkan bakat. 

Persiapan juga harus dilakukan dalam memilih homeschooling. Tak jarang, terdapat tantangan dalam metode pendidikan ini, salah satunya sulit bersosialisasi. Namun, dengan PKBM Generasi Juara yang merupakan salah satu pelopor Homeschooling berbasis daring yang memiliki berbagai program kegiatan seru, bermanfaat, banyak teman, dan tentunya bisa mendapatkan E-Sertifikat.

Contact Person: wa.me/+6287784164812 (Shilvy)

Trackbacks/Pingbacks

Oktavianto, F. A. (2016). Manajemen Kurikulum Homeschooling. Hanata Widya, 5(2).

Sidharta, Clara. (2020). Bagaimana sistem sekolah rumah (homeschooling)? Berapa biayanya?. Diakses pada https://qr.ae/pK3m4R

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *