Depok, Sabtu, 24 Oktober 2026 — Alhamdulillah, telah berlangsung acara Launching Buku karya Ibu Dr. Ida Nur’aini Noviyanti, S.Sos., M.Pd., M.Si., yang berjudul “Ya Allah, Temani Aku Menyembuhkan Luka Anakku”, sekaligus kegiatan Generasi Juara Competition yang diselenggarakan di Pesona Square Mall, Kota Depok.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk menghadirkan ruang belajar bersama bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam memahami perjalanan tumbuh kembang anak. Melalui peluncuran buku dan rangkaian sesi inspiratif, peserta diajak untuk kembali menyadari bahwa mendampingi anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehariannya, tetapi juga tentang memahami perasaan, membangun kedekatan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
Buku “Ya Allah, Temani Aku Menyembuhkan Luka Anakku” mengangkat refleksi mendalam tentang pentingnya peran orang tua dalam menemani proses pemulihan emosional anak. Setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda, dengan pengalaman, perasaan, dan tantangan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Karena itu, kehadiran orang tua yang mau mendengarkan, memahami, dan membersamai anak dengan penuh kesabaran menjadi bagian penting dalam perjalanan tumbuh kembangnya.
Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap orang tua bahwa proses mendampingi anak juga merupakan perjalanan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menumbuhkan hubungan yang lebih hangat di dalam keluarga.
Empat Ruang untuk Belajar Bersama
Dalam rangkaian acara tersebut, dihadirkan sesi “4 Ruang untuk Belajar Bersama” yang mengangkat berbagai tema penting seputar pengasuhan, hubungan keluarga, perkembangan anak, dan pendampingan di era digital.
Rumah yang Menyembuhkan: Memulihkan Relasi, Menguatkan Hati Anak
Sesi pertama menghadirkan Ikhsanun Kamil Pratama, S.Ked., MBA (Kang Canun), Bdn. Foezi Citra Cuaca Elmart, S.Keb., CH, CHT, CBMHT., CMSHT., C.ACHT (Teh Fufu) dan Ibu Dr. Ida Nur’aini Noviyanti, S.Sos., M.Pd., M.Si.
Melalui tema “Rumah yang Menyembuhkan: Memulihkan Relasi, Menguatkan Hati Anak”, peserta diajak untuk memahami bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk pulang, melainkan ruang bagi anak untuk merasa aman, diterima, dan dicintai.
Hubungan yang hangat antara orang tua dan anak dibangun melalui komunikasi yang terbuka, kesediaan untuk mendengarkan, serta kemauan untuk saling memahami. Dalam prosesnya, orang tua juga perlu belajar mengenali perasaan anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk bertumbuh tanpa kehilangan rasa aman.
Sebab, keluarga yang kuat bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan keluarga yang terus berusaha memperbaiki hubungan dan bertumbuh bersama.
Orang Tua Support System Utama: Tumbuh Kembang dan Kepribadian Anak
Sesi kedua menghadirkan Mohamad Hikmat, S.Pd., yang membahas tema “Orang Tua Support System Utama: Tumbuh Kembang dan Kepribadian Anak”.
Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak mengenali dirinya, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Dukungan tersebut tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Perhatian sederhana, apresiasi atas usaha anak, dan kesediaan untuk hadir ketika anak membutuhkan dapat memberikan makna yang mendalam.
Setiap anak memiliki karakter, kebutuhan, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, mendampingi anak membutuhkan kesabaran untuk memahami keunikannya, bukan sekadar membandingkan pencapaiannya dengan anak lain.
Melalui sesi ini, orang tua diingatkan untuk menjadi tempat bertumbuh yang memberikan dukungan, arahan, dan kesempatan bagi anak untuk mengenali serta mengembangkan potensinya.
Menemani Anak di Era Digital: Hadir, Terhubung, dan Tidak Kehilangan Arah
Sesi ketiga menghadirkan Muhammad Nur Awwaludin, S.Kom. (Kak Mumu) dengan tema “Menemani Anak di Era Digital: Hadir, Terhubung, dan Tidak Kehilangan Arah”.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak menghadapi berbagai peluang sekaligus tantangan di dunia digital. Teknologi dapat menjadi sarana belajar dan berkarya, tetapi penggunaannya juga membutuhkan pendampingan yang tepat agar anak mampu memanfaatkannya secara bijak.
Peran orang tua bukan hanya menetapkan batasan, tetapi juga membangun komunikasi agar anak memahami alasan di balik setiap aturan. Dengan hubungan yang terbuka, orang tua dapat membantu anak mengenali risiko, mengembangkan tanggung jawab, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan sehari-hari.
Kehadiran orang tua yang penuh perhatian menjadi bekal penting agar anak tetap memiliki arah, mampu mengambil keputusan dengan bijak, dan tidak kehilangan kedekatan dengan keluarga di tengah dunia yang semakin terhubung secara digital.
Growing Together: Hadir, Terhubung, dan Tidak Kehilangan Arah
Sesi berikutnya menghadirkan tema “Growing Together: Hadir, Terhubung, dan Tidak Kehilangan Arah”, sebuah ruang diskusi inspiratif yang mengajak orang tua untuk terus belajar, memahami, dan bertumbuh bersama dalam mendampingi ananda.
Diskusi ini dipandu oleh Kak Datu Nadewa sebagai moderator, dengan menghadirkan lima narasumber, yaitu Bapak Rahmat Hertawan, S.Pd., M.Sc.; Dr. Ida Nur’aini Noviyanti, S.Sos., M.Pd., M.Si., Aulia Rahidah Rahmatullah; Muhammad Nur Awwaludin, S.Kom. (Kak Mumu); serta Mohamad Hikmat, S.Pd. (Kang Hikmat).
Melalui sesi tanya jawab, peserta diajak membahas langkah yang perlu dilakukan orang tua ketika ananda menjadi korban perundungan, mulai dari mendengarkan cerita ananda tanpa menghakimi, memberikan dukungan emosional, hingga mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan ananda.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran orang tua dan orang dewasa yang peduli sangat berarti bagi anak. Dengan komunikasi yang terbuka, pendampingan yang bijak, serta kerja sama dengan pihak sekolah, anak dapat merasa lebih aman, didengar, dan berani menghadapi situasi yang dialaminya.
Generasi Juara Competition: Ruang untuk Mengembangkan Potensi
Selain peluncuran buku dan sesi belajar bersama, acara ini juga menjadi bagian dari penyelenggaraan Generasi Juara Competition, yang menghadirkan ruang bagi anak dan generasi muda untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kemampuan, serta membangun keberanian dalam berkarya.
Alhamdulillah, rangkaian acara Generasi Juara Competition Kompetisi ini menghadirkan dua kategori lomba, yaitu kaligrafi dan public speaking, sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian dalam menunjukkan potensi diri.
Berikut para pemenang Generasi Juara Competition:
1. Lomba Kaligrafi SD
Juara 1: Muhammad Al Fatih
Juara 2: Shakila Arsyifa Saufa
2. Lomba Kaligrafi SMP–SMA
Juara 1: Agung Prasetyo
Juara 2: Arkana Amar El Karagi
Juara 3: Nia Ramadhani
3. Lomba Public Speaking SD
Juara 1: Mikayla Nualayuna Andaristan
Juara 2: Khansa Ghaisani Almirah
Juara 3: Muhammad Danish Nugroho
4. Lomba Public Speaking SMP–SMA
Juara 1: Bilqis Vania Rifda
Juara 2: Aisyah Malika Sakhi
Juara 3: Humaidah
Selamat kepada seluruh pemenang atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Bagi seluruh peserta, setiap pengalaman dan keberanian untuk mencoba merupakan bagian berharga dari proses bertumbuh.
Melalui Generasi Juara Competition, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, percaya diri, dan terus berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing.
Kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, kompetisi merupakan kesempatan untuk belajar mengenali kemampuan diri, melatih kedisiplinan, membangun rasa percaya diri, dan menghargai proses yang telah dilalui.
Setiap pengalaman memberikan pelajaran yang berharga. Kemenangan patut disyukuri, sedangkan tantangan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan mencoba kembali dengan semangat yang lebih kuat.
Melalui kegiatan ini, Generasi Juara terus mendorong terciptanya ruang belajar yang mendukung anak dan generasi muda untuk berkembang sesuai potensi masing-masing, berani menunjukkan kemampuan, serta membangun karakter yang positif.
Bertumbuh Bersama untuk Masa Depan Anak yang Lebih Baik
Alhamdulillah, terselenggaranya acara Launching Buku dan Generasi Juara Competition menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya merupakan perjalanan bersama. Ada anak yang sedang belajar memahami dirinya, ada orang tua yang terus berusaha memberikan pendampingan terbaik, dan ada pendidik yang berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan setiap anak.
Melalui buku “Ya Allah, Temani Aku Menyembuhkan Luka Anakku” dan rangkaian sesi inspiratif yang dihadirkan, diharapkan semakin banyak orang tua dan pendidik yang tergerak untuk membangun hubungan yang lebih hangat, memahami kebutuhan emosional anak, serta mendampingi proses tumbuh kembang mereka dengan penuh kesabaran.
Sebab, anak tidak hanya membutuhkan arahan untuk melangkah jauh, tetapi juga membutuhkan tempat yang membuatnya merasa aman untuk kembali. Mereka tidak hanya membutuhkan seseorang yang menunjukkan jalan, tetapi juga seseorang yang bersedia berjalan bersama mereka.
Semoga kegiatan ini membawa manfaat, memperluas wawasan, dan menguatkan ikhtiar bersama dalam menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna bagi anak-anak Indonesia.
Karena setiap anak layak didampingi dengan cinta, setiap keluarga memiliki kesempatan untuk bertumbuh, dan setiap langkah kecil dalam proses pengasuhan dapat menjadi awal dari perubahan yang berarti.
Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh narasumber, peserta, panitia, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga setiap ilmu dan inspirasi yang dibagikan menjadi kebaikan yang terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi banyak keluarga.
Salam Generasi Juara.