12 April 2026
Membangun Generasi yang Cerdas Akal, Akhlak Mulia.
Seringkali kita bertanya, apa sebenarnya tujuan utama dari pendidikan?
Memiliki nilai akademik yang bagus memang penting, namun pertanyaan besar seringkali menghampiri kita: "Bagaimana dengan adab dan imannya?"
Nilai bisa diajarkan dan dilatih setiap hari, namun adab dan iman membutuhkan proses pembiasaan yang panjang dan konsisten.
Masih banyak kita temui anak-anak yang giat belajar, namun:
Masih belum memiliki kedekatan yang hangat dengan Al-Qur'an.
Tata krama dan adab sehari-hari belum terbentuk dengan kuat.
Belajar hanya dianggap sebagai kewajiban semata, bukan sebagai sarana mencari ridho Allah.
Di sinilah pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga memantapkan hati dan memperhalus akhlak.
MasyaAllah Tabarakallah..Dalam kegiatan Open Mind SQuAD Generasi Juara, kita disuguhkan gambaran nyata yang sangat membanggakan.
Acara ini menjadi wadah berharga di mana orang tua dan siswa berbagi cerita inspiratif. Mereka menceritakan perjalanan luar biasa dalam pembentukan karakter para Ananda selama menempuh pendidikan di SQuAD.
Yang menjadi sorotan utama bukan hanya sekadar pencapaian di atas kertas, melainkan transformasi adab yang semakin nyata terlihat di rumah. Perubahan sikap, ketaatan kepada orang tua, dan kelembutan hati adalah bukti bahwa pendidikan karakter berhasil ditanamkan dengan kuat.
Di Open Mind SQuAD kita melihat bersama bagaimana sekolah dapat menjadi mitra terbaik orang tua dalam membentuk kepribadian anak yang utuh seimbang antara kecerdasan intelektual dan kehalusan budi pekerti.
setiap langkah kita dalam mendidik putra-putri tercinta senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga usaha kita dikabulkan
dengan hasil yang terbaik, melahirkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya hebat secara akademik, tetapi juga kuat iman dan adabnya.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Salam Generasi Juara
Masih belum memiliki kedekatan yang hangat dengan Al-Qur'an.
Tata krama dan adab sehari-hari belum terbentuk dengan kuat.
Belajar hanya dianggap sebagai kewajiban semata, bukan sebagai sarana mencari ridho Allah.