Skip to content

KEGIATAN KELAS PEMBERDAYAAN PAKET A,B,DAN C

    Depok,27 April 2026

    “𝗞𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗝𝗮𝗿𝗮𝗸: 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗛𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗧𝘂𝗮 & 𝗔𝗻𝗮𝗸”

    Satu rumah, satu meja makan namun percakapan yang terjadi justru melalui layar ponsel, atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Fenomena ini semakin sering ditemui di tengah keluarga modern. Kedekatan secara fisik tidak selalu sejalan dengan kedekatan emosional. Banyak anak yang tampak lebih terbuka di media sosial, tetapi justru memilih diam saat berada di rumah.

    Kondisi ini bukan semata-mata karena teknologi. Bukan pula karena jarak yang memisahkan. Akar permasalahannya sering kali terletak pada komunikasi yang belum terbangun dengan baik di dalam keluarga. Ketika ruang dialog tidak tercipta, anak akan mencari tempat lain untuk mengekspresikan diri dan dunia digital menjadi pelarian yang paling mudah diakses.

    Namun, solusi dari permasalahan ini tidak sesederhana menyita handphone atau membatasi akses teknologi. Pendekatan tersebut justru berpotensi memperlebar jarak emosional. Yang lebih dibutuhkan adalah membangun kembali koneksi yang hangat, menghadirkan rasa aman, dan membuka ruang komunikasi yang tulus antara orang tua dan anak.

    Menjawab tantangan tersebut, diadakan kegiatan kelas pemberdayaan dengan tema “Komunikasi Tanpa Jarak: Membangun Hubungan Hangat antara Orang Tua dan Anak.” Kegiatan ini menghadirkan pembicara inspiratif, Kak Achmad Ramadhani Rahmatullah (Mahasiswa Administrasi Bisnis, CYCU Taiwan).

    yang membagikan wawasan serta pengalaman terkait pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga.

    Kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi para peserta bahwa hubungan yang hangat tidak tercipta secara instan, melainkan dibangun melalui proses yang konsisten. Kepercayaan, keterbukaan, dan rasa saling menghargai menjadi fondasi utama dalam menciptakan komunikasi yang sehat di dalam keluarga.

    Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif dan refleksi mendalam yang dibagikan selama sesi. Banyak orang tua yang mulai menyadari pentingnya mengubah pendekatan dalam berkomunikasi dengan anak, dari yang sebelumnya cenderung satu arah menjadi lebih dialogis dan penuh pengertian.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap keluarga dapat kembali menemukan makna kebersamaan yang sesungguhnya. Bahwa satu rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk tumbuh bersama, saling memahami, dan memperkuat ikatan emosional.

    Karena pada akhirnya, bukan teknologi yang menjauhkan melainkan komunikasi yang belum diperbaiki. Dan perubahan itu, selalu bisa dimulai dari rumah.

    This will close in 0 seconds