Skip to content

Semua Bisa Mengajar Bersama Bapak Saiful Bari, S.kom., M.Eng Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal di PKBM Generasi Juara.

    Depok,14 Mei 2026

    Alhamdulillah, pada hari Rabu, 13 Mei 2026, telah berlangsung kegiatan “Semua Bisa Mengajar” bersama Bapak Saiful Bari,S.Kom.,M.Eng selaku Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, yang diadakan oleh Dirjen PAUD dan Pendidikan Nonformal. Kegiatan ini menjadi momen penuh inspirasi bagi keluarga besar PKBM Generasi Juara dalam memperkuat semangat belajar, membangun karakter, serta menanamkan nilai adab dan tanggung jawab di era digital.

    Beliau menyampaikan tentang pentingnya pendidikan bagi anak indonesia, adab terhadap guru, sikap murid terhadap guru yang telah memberikan kita ilmu, bijak menggunakan gawai dan 7 KAIH (7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) adalah program pendidikan karakter dari Kemendikdasmen RI untuk membentuk generasi emas 2045. Program ini menitik beratkan pada pembiasaan positif setiap hari: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. pak direktur berinteraksi dengan murid paket B & C secara aktif dan interaktif kegiatan juga disambut ceria oleh murid PKBM Generasi Juara yang hadir.

    Kegiatan ini dihadiri juga oleh ibu Afifah penilik kesetaraan dinas pendidikan kota Depok. 

    Bapak Saiful Bari,S.Kom.,M.Eng

    “Alhamdullilah pagi ini saya bisa berkunjung ke PKBM Generasi Juara, mengajar di depan murid-murid Paket C yang sangat luar biasa, murid-murid Generasi Juara ini sudah dipersiapkan untuk menjadi generasi sesuai dengan tagline nya tangguh, berkah dan bermartabat. Jadi memang kesan tangguh dan kesan bermartabat nya itu sudah terlihat, dan berkahnya insya Allah datang untuk belajar dan merekah sudah tahu apa yang mereka harus kerja. Cita cita apa yang harus dicapai itu sudah tahu sejak belajar disini, jadi mudah-mudahan menjadi kesan yang luar biasa bagi saya. Ternyata PKBM ini memang tempat belajar yang sudah spesifik siap dipersiapkan untuk mencetak generasi tangguh bermartabat “ ujar Bapak Saiful Bari, S.kom., M.Eng Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal.

    Adab terhadap Guru Menjadi Fondasi Utama

    Selain membahas pentingnya pendidikan, kegiatan ini juga mengingatkan para peserta didik tentang pentingnya adab terhadap guru. Ilmu bukan hanya berasal dari buku, tetapi juga dari guru yang dengan tulus membimbing, mendidik, dan memberikan pengalaman hidup kepada para siswa.

    Bapak Saiful Bari menyampaikan bahwa adab memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan menjadi fondasi sebelum ilmu. Menghormati guru bukan sekadar persoalan usia, tetapi bentuk penghargaan terhadap peran besar seorang pendidik dalam membentuk karakter generasi muda.

    Beberapa contoh adab sederhana yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain:

     

      • Mendengarkan saat guru berbicara.

      • Tidak memotong pembicaraan.

      • Menghargai setiap usaha yang dilakukan guru.

    Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

    Bijak Menggunakan Gawai di Era Digital

    Dalam sesi berikutnya, Bapak Saiful Bari juga mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penggunaan HP dan media digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan belajar dan karakter siswa.

    Beliau mengingatkan bahwa gawai hanyalah alat yang dapat membantu ataupun merusak, tergantung bagaimana cara menggunakannya. Pertanyaan sederhana seperti “Sehari kalian pegang HP berapa jam?” menjadi refleksi bagi para siswa untuk mengevaluasi kebiasaan mereka dalam menggunakan teknologi.

    Gawai seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif seperti:

     

      • Belajar keterampilan baru

      • Mencari informasi yang bermanfaat.

      • Menonton konten edukatif.

      • Mengembangkan wawasan dan kreativitas.

    Selain itu, beliau juga memberikan beberapa batasan penggunaan gawai, di antaranya:

     

      • Menggunakan HP setelah tugas selesai.

      • Membatasi waktu penggunaan sekitar 2–3 jam per hari di luar kebutuhan belajar.

      • Tidak bermain HP saat proses belajar berlangsung.

    Pesan tersebut menjadi pengingat penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

    Menjadi Generasi Tangguh dan Bermartabat

    Kegiatan Semua Bisa Mengajar menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi, berbagi inspirasi, serta memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan penuh semangat bagi generasi penerus bangsa.

    Ilmu akan mengangkat derajat seseorang, tetapi adab lah yang menjadi pondasinya. Menghormati guru, bijak menggunakan teknologi, serta terus semangat dalam mengejar cita-cita merupakan bekal penting untuk meraih masa depan yang gemilang.

    Keluarga besar PKBM Generasi Juara mengucapkan terima kasih atas kunjungan, arahan, dan motivasi yang telah diberikan kepada seluruh peserta didik. Semoga langkah baik ini menjadi penyemangat untuk terus tumbuh, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik dalam dunia pendidikan.

    “Pendidikan bukan hanya tentang belajar hari ini, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik.”

    This will close in 0 seconds