Depok, 26 Mei 2026
𝑲𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒔𝒖𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒓, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒔𝒆𝒓𝒊𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈?
Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, peserta didik mengikuti Kelas Pemberdayaan bertema “Membangun Self Image Positif Pribadi Muslim di Era Digital.” Bersama Muhammad Abdurrahman Azzam (Inspirator muda & penggerak generasi). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal diri, membangun rasa percaya diri, serta menguatkan karakter di tengah derasnya pengaruh media sosial dan perkembangan era digital.
Di era digital, Ananda tumbuh di lingkungan yang penuh dengan standar dan penilaian dari dunia luar. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya merasa harus menjadi seperti apa yang diinginkan lingkungan demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan. Perlahan, kondisi tersebut membuat sebagian anak mulai meragukan dirinya sendiri, merasa kurang, bahkan kehilangan kepercayaan terhadap potensi yang sebenarnya mereka miliki.
Sebagai orang tua dan pendidik, tentu kita tidak ingin ananda kehilangan jati dirinya hanya karena sibuk mengikuti standar dunia luar. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga tentang membantu anak mengenal dirinya, memahami nilainya, serta membangun self image yang sehat dan positif.
kelas ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda agar lebih percaya diri, memiliki nilai hidup yang kuat, dan mampu melangkah dengan identitas diri yang positif serta berakhlak mulia.
𝐊𝐄𝐋𝐀𝐒 𝐏𝐄𝐌𝐁𝐄𝐑𝐃𝐀𝐘𝐀𝐀𝐍 𝐏𝐀𝐊𝐄𝐓 𝐀
Mengapa anak-anak zaman sekarang semakin dekat dengan gadget, tetapi semakin jauh dari aktivitas kreatif dan kerja sama? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Kelas Pemberdayaan Paket A yang menghadirkan pembelajaran kreatif dan edukatif melalui pembuatan board game bertema lingkungan.
Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Agnia Azrien Septiani, (Founder ARREDUSTUDIO sekaligus orang tua dari ananda Arshaka Rayyan Rachman kelas 3 HST C). Dalam kelas ini, peserta didik diajak belajar sambil bermain melalui media edukatif bertajuk “ Membuat Media Belajar Board Game Misi Pahlawan Sampah.”
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar bahwa tidak semua sampah harus berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah seperti botol plastik, kardus, kertas, hingga sampah organik masih dapat dipilah, digunakan kembali, didaur ulang, bahkan diolah menjadi barang yang memiliki nilai manfaat. Dengan memahami cara pengelolaan sampah yang benar, anak-anak diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sejak usia dini.
Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas orang dewasa. Anak-anak pun dapat menjadi “pahlawan lingkungan” melalui langkah-langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, belajar memilah sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Melalui Kelas Pemberdayaan ini, diharapkan peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama dengan baik di era digital saat ini.
Webinar Bukti Nyata Lulusan Paket C Bisa Tembus PTN Impian
“Sudah Paket C, jangan mimpi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).”
Kalimat sarkas dan penuh label negatif seperti ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para siswa program kesetaraan. Bagi sebagian orang, Paket C sering kali dianggap sebagai pilihan terakhir, jalan buntu, atau sekadar alternatif bagi mereka yang “gagal” di jalur formal. Stigma ini tidak jarang membuat banyak siswa layu sebelum berkembang, merasa minder, dan memilih mengubur dalam-dalam impian kuliah di kampus negeri.
Namun, benarkah Paket C sekaku itu?
Faktanya, jalur pendidikan bukanlah penentu akhir dari masa depan seseorang. Yang membedakan hasil akhirnya adalah bagaimana cara kita mempersiapkan diri dan seberapa konsisten kita menjalani prosesnya?
PKBM Generasi Juara menggelar sebuah ruang berbagi ruang inspirasi melalui Webinar Sharing Alumni Paket C yang bertajuk: “Proof It’s Possible”.
Acara ini bukan sekadar teori atau motivasi kosong, melainkan sebuah pembuktian nyata dari para alumni yang berhasil mendobrak dinding keraguan dan mengamankan kursi di PTN ternama:
Kak Endah Nursagita – Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Terbuka (UT).
Kak Maisa Aulia Najwa Kamila – Jurusan Kedokteran, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kak Mirza Hurin – Jurusan Psikologi, Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Dari jurusan humaniora hingga kedokteran yang dikenal memiliki keketatan luar biasa, para alumni ini membuktikan bahwa status lulusan Paket C sama sekali tidak membatasi ruang gerak mereka untuk bersaing di kancah nasional.
Kesempatan yang Sama untuk Sukses
Webinar ini menjadi sebuah pengingat penting bagi kita semua, khususnya para siswa Paket C yang sedang berjuang saat ini. Paket C bukanlah sebuah jalan buntu atau akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini adalah sebuah jembatan alternatif yang sah, fleksibel, dan penuh peluang menuju masa depan yang cerah.