Singapura, 10 Juli 2026 – PKBM Generasi Juara berpartisipasi sebagai pemakalah dalam Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) Annual Conference 2026, konferensi ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan anak usia dini dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Mengusung tema utama “Early Childhood Care and Education in a Complex World: Supporting Agency, Diversity and Inclusion”, konferensi yang diselenggarakan pada 10–12 Juli 2026 di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapura, menjadi ruang kolaborasi ilmiah untuk membahas berbagai inovasi, hasil penelitian, dan praktik terbaik dalam pendidikan anak usia dini. Tema tersebut menyoroti pentingnya membangun layanan pendidikan yang mampu memberdayakan anak sebagai individu yang aktif (agency), menghargai keberagaman (diversity), serta mewujudkan pendidikan yang inklusif (inclusion) di tengah dinamika dan kompleksitas dunia saat ini.
Sejalan dengan tema tersebut, PKBM Generasi Juara mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Building School–Family Partnerships Through Parenting Programs: A Case Study of the Handout Model at PAUD Generasi Juara.” Penelitian ini mengkaji bagaimana program parenting yang terstruktur dapat memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan anak usia dini.
Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara satuan pendidikan dan orang tua sebagai dua lingkungan utama yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Di tengah berkembangnya berbagai model pembelajaran, keterlibatan orang tua dinilai sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan anak usia dini, baik dalam aspek akademik maupun perkembangan sosial-emosional.
Melalui studi kasus di PAUD Generasi Juara, penelitian ini memperkenalkan Handout Model, sebuah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan program parenting dengan penyediaan panduan pembelajaran yang sistematis bagi orang tua. Handout tersebut dirancang untuk menjelaskan tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, media yang digunakan, serta bentuk stimulasi yang dapat dilakukan orang tua di rumah sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Model ini mendorong orang tua untuk tidak hanya mendampingi anak selama proses belajar, tetapi juga berperan sebagai mitra aktif sekolah dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkesinambungan antara lingkungan pendidikan dan lingkungan keluarga. Dengan demikian, pembelajaran tidak terbatas pada sesi bersama guru, melainkan berlanjut melalui interaksi sehari-hari yang bermakna di rumah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Handout Model memberikan dampak positif terhadap penguatan komunikasi antara guru dan orang tua, meningkatnya partisipasi keluarga dalam proses pembelajaran, serta terciptanya konsistensi stimulasi perkembangan anak di rumah dan di sekolah. Selain mendukung perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial, dan emosional anak, pendekatan ini juga berkontribusi pada terbentuknya hubungan emosional (parent–child bonding) yang lebih erat melalui aktivitas belajar bersama.
Partisipasi PKBM Generasi Juara dalam PECERA 2026 mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan praktik pendidikan berbasis riset serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan anak usia dini. Keikutsertaan dalam forum internasional ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia kepada komunitas akademik global, sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian dan pertukaran praktik baik dengan berbagai institusi pendidikan dari negara lain.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik, PKBM Generasi Juara terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, keterlibatan keluarga, serta terciptanya ekosistem pembelajaran yang holistik dan berpusat pada kebutuhan anak.
Melalui penelitian ini, PKBM Generasi Juara berharap konsep kemitraan sekolah–keluarga yang dikembangkan melalui Handout Model dapat menjadi salah satu referensi bagi pengembangan program parenting dan praktik pendidikan anak usia dini, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga diyakini merupakan fondasi penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.